Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Buya Yahya : Tidak Pakai Sampo Tetap Sah, Cara Mandi Wajib | PikiranSaja.com

PIKIRANSAJA.COM - Yahya Zainul Ma'arif (Arab يحيى زين المعارف) yang lebih akrab disapa Buya Yahya (lahir di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, 10 Agustus 1973; umur 47 tahun) adalah pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon.

Mandi wajib atau mandi junub adalah proses untuk membersihkan tubuh dan menyucikan diri dari hadas besar.

Biasanya, mandi wajib dilakukan oleh wanita yang usai haid, melahirkan, nifas atau suami istri yang usai bersenggama sebelum melanjutkan beribadah shalat.

Buya Yahya menjelaskan bagaimana cara mandi wajib setelah mengalami beberapa kondisi tersebut di atas.

Menurut Buya Yahya, cara mandi wajib adalah ada dua hal, pertama adalah niat.

"Pertama niat mandi besar saja. Bersamaan dengan niat mandi besar guyurkan air," jelas Buya Yahya, dikutip PORTAL JEMBER dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 3 Januari 2019.

Niat yang diucapkan pun tidak harus dengan menggunakan bahasa Arab, bisa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah.

Kedua, meratakan air ke sekujur tubuh yang masih menyambung dengan badan.

"Bagian yang akan dibawa shalat wajib terkena air semuanya," jelasnya.

Jika memiliki rambut sepanjang apa pun wajib pula dibasuh sampai basah semua.

"Kalau ditinggal 1 rambut, tidak sah," tegas Buya.

Buya Yahya juga menjelaskan jika pada saat membasuh rambut apabila tidak memakai sampo tetap dianggap sah mandi wajibnya.

"Yang penting air yang bisa dipakai wudhu diguyur," paparnya.

Itulah cara mandi wajib menurut Buya Yahya.***



Penulis : (Gj) 

Post a Comment

0 Comments