Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Krisis Moral Muda-Mudi di Kutacane, Aceh Tenggara | PikiranSaja.com

PIKIRANSAJA.COM - Melihat bagaimana muda/mudi saat ini di persekitaran rasanya sedih, marah, kecewa dan lengkaplah. Pendidikan lingkungan yang entah berantah sehingga melahirkan generasi Hedon dan masa bodoh, ditambah pergaulan lawan jenis yang tak ada batasan.

Hampir semua wilayah seperti itu tak terlepas Negeri yang katanya menjunjung tinggi syariat Islam. Lihat saja Aceh Tenggara sebagai contohnya, coba keluar rumah dan perhatikan bagaimana tingkah muda/mudinya. Lihat bagaimana muda/mudi yang masih kategori bocah mondar mandir naik motor layaknya pasangan romantis yang baru menikah.

BACA JUGA : Silaturahmi Karang Taruna kecamatan Lawe Alas dengan Baitulmal Aceh Tenggara

Perhatikan Bukit Cinta dengan pondok dinding tinggi dapat ditemui sepanjang jalan, sehingga jungkir balikpun orang di dalam pondok itu tak akan ketahuan. Lihat hari weeekend di pantai Barat, Jambur Mamang bagaimana muda/mudi nya.

Maka tak heran banyak "Married By Accident" serta kasus perceraian di Mahkamah Syariah semakin meningkat juga. Belum lagi Nikah di bawah Umur semakin naik terus, lantas dimana peran pihak terkait untuk mengatasi hal tsb? Gelap lah kalau bahas pihak terkait.

BACA JUGAMusyawarah Pembentukan Koperasi Ikatan Keluarga AR-Raudhatul Hasanah (IKRH) Aceh Tenggara

Angka Janda usia muda semakin banyak maka tak heran masalah sosial akan semakin bertambah, usia yg belum matang ditambah tekanan kehidupan maka akan muncul problem baru.

Krisis moral begitulah tepatnya disebut, itu masih bercerita wilayah Aceh yang menjunjung Syariah Islam lho belum lagi wilayah non Aceh.

BACA JUGA Heboh Kebakaran di Desa Lawe Sagu, Kutacane-Aceh Tenggara

Pendidikan Keluarga harus di kuatkan, Parenting itu perlu. Bukan hanya nikah terus produksi anak, ingat semua orang bisa jdi orangvtua namun jadi orang tua baik itu belum tentu semuanya bisa. Semuanya perlu ilmu, bukan hanya nikah dan nikah saja.

Jika pendidikan keluarga sudah baik baru turun ke pendidikan lingkungan sehingga terlahirlah generasi yang lebih cemerlang.

Lantas sebagai kaum Muda apa peran kita untuk itu? "Edukasi ". Itu lah hal yg bisa kita lakukan untuk generasi. Ayo ambil peran untuk generasi yang lebih baik. Love for All, Hatred for None.



Penulis : Firmando Selian

 



Post a Comment

0 Comments