Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Viral..!! Nelayan di Yaman Temukan Harta Karun Dalam Perut Bangkai Paus | PikiranSaja.com



PIKIRANSAJA.COM - Bagaimana jika seekor paus bisa mengubah hidup, sekelompok nelayan di yaman, saya merasa senang, ini menakjubkan sulit diungkap dengan kata-kata, terimakasih tuhan untuk semua ini.

Sekelompok nelayan menemukan bangkai paus sperma, mengapung di teluk aden, mereka menemukan ambergris di dalam tubuh paus ini.

Yang ditaksir senilai US$1 juta atau setara Rp 14,3 miliar.  ambergris adalah bahan langka dalam industri parfum.

Jika anda menemukan ambergris, berarti anda menemukan harta karun, seorang nelayan dari seriah menghubungi kami pada pagi hari.

Dia bilang di dalam bangkai paus itu mungkin terdapat ambergris, kami langsung bilang, "baiklah kita lihat kesana"

Sesampainya di lokasi, kami mencium aroma yang sangat kuat, kami yakin bangkai paus ini memiliki sesuatu.

Kami putuskan membawa paus ini ke darat dan membelahnya, dan melihat ada apa di dalam bangkai ini, benar saja ada ambergris didalamnya.

Aromanya memang tidak sedap, tapi bisa menghasilkan banyak uang, ketika kami temukan ambergris, saya langsung gembira, karena harganya yang tinggi.

Perang saudara di yaman menahun di yaman melahirkan kesengsaraan, menurut PBB, 80% dari populasi di Yaman rentan kelaparan.

Maka, penemuan ambergris dapat mengubah nasib para nelayan, kami semua miskin kami tak menyangka akan untung besar dari penemuan ini.

Sejak dulu embergris digunakan dalam pengobatan, bahan dupa hingga afridisiak, tekturnya lenket seperti lilin, terdapat di usus paus sperma.

Kini digunakan untuk menjaga keawetan aroma parfum, mereka membagi keuntungan termasuk untuk nelayan yang membutuhkan, saya membeli rumah dan segera menikah.

Kami juga membagikan uang kepada orang-orang yang membutuhkan, kami juga membeli rumah yang layak, kapal dan mobil baru.

Menurut para ahli hanya ada 1% hingga 5% paus sperma yang menghasilkan ambergris, penjualan ambergris juga dilarang di beberapa negara karena paus sperma adalah satwa langka, tetapi sebagian menganggap limbah paus ini bisa digunakan kembali.

Meski sudah kaya para nelayan ini tetap melaut, ini seperti mimpi menjadi kenyataan, saya akan tetap melaut meski tak dapat hasil karna melaut sudah ada di dalam darah saya.



Penulis (Gj)

Post a Comment

0 Comments